• 27

    Apr

    Mengetahui Tujuan Hidup

    Seorang tukang periuk tentu memiliki tujuan sebelum dia membuat periuk. Entah dia ingin membuatnya untuk dijual, untuk dirinya sendiri, atau untuk dinikmati bersama sebagai karya seni. Kemudian dia akan menentukan besar, bentuk, warna, dan interiornya. Apalagi Allah, Dia memiliki tujuan ketika menciptakan segala sesuatu termasuk manusia. Di musim nyamuk, begitu banyak nyamuk masuk ke rumah kita dan mengganggu dengan gigitannya yang pedas. Saking jengkelnya, seorang teman di Facebook memasang di statusnya, Untuk apa Tuhan menciptakan nyamuk? Memang semula, saya yakin, nyamuk tidak menggigiti darah Adam dan Hawa yang tidak mengenakan sehelai kain pun sebelum mereka jatuh dalam dosa. Tetapi kemudian ada kekacauan alam karena dosa Adam dan Hawa sehingga nyamuk pun bisa membawa kematian bagi
  • 27

    Apr

    Tidak Pernah Kenyang

    Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (Matius 5:6). Kebanyakan orang berkata, Berbahagialah kamu yang punya banyak makanan dan minuman di kulkas. Ada beras terbaik di dapur. Ada daging ayam dan bandeng presto di lemari makan. Ada coklat dan buah anggur di freezer. Ada banyak credit card untuk mendapatkan diskon saat makan di restoran. Dan ada banyak uang tunai untuk menjamin diri tidak pernah lapar dan haus. Kenyang jauh lebih menyenangkan daripada haus dan lapar. Jadi kenyang akan kebenaran seharusnya lebih menyenangkan daripada lapar dan haus. Tetapi tidak demikian dengan prinsip Kerajaan Allah. Justru sebaliknyalah yang berlaku. Lapar dan haus berarti kerinduan atau keinginan yang dalam. Maka orang yang berbahagia adalah orang yang selalu
  • 27

    Apr

    Bukan Orang Lemah

    Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. (Matius 5:5) Tuhan Yesus tidak sedang menyuruh kita menjadi seperti puteri Solo. Tidak juga menyuruh kita menjadi orang yang lemah. Kata lemah lembut dalam bahasa Inggris adalah meek bukan weak (lemah). Di dalam Alkitab, sifat lemah lembut ini dikenakan pada diri Musa: Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (Bil. 12:3). Begitu juga dengan sifat Tuhan Yesus, Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati . . . (Mat. 11:29) Dalam beberapa ayat, lemah lembut dikaitkan dengan buah Roh Kudus; dengan respons terhadap fitnahan, penghinaan, dan serangan dari orang-orang yang belum percaya terhadap iman kita; dengan
- Next

Author

Follow Me